Tuesday, 20 November 2012

Membuat Replika Tengkorak Homo Wajakensis

Nah, kembali lagi dengan kami, Salwa, Krisna, Bella dan Bobby di blog ini.. Seperti sudah kami janjikan di post sebelumnya, kami akan membuat replika tengkorak Homo Wajakensis. Teman teman mau tahu gak caranya? Asyik sekali loh! Nah ini dia cara-caranya...



Alat Alat yang Dibutuhkan

Gunting/Cutter
Lem Fox
Styrofoam
Tissue/Kertas koran
Pemotong styrofoam
Software pembuat model 3D
Plastisin





Tahap-Tahap Pembuatan

Pertama, carilah gambar tengkorak yang diinginkan, usahakan agar gambar tersebut jelas dan dapat terlihat jelas bagaimana struktur tengkoraknya.

Contoh gambar tengkorak Homo Wajakensis


Nah, selanjutnya, tahap modelling yaitu membuat model 3D (3 dimensi) tengkorak tersebut dengan menggunakan software 3D. Kami menggunakan software Sculptris Alpha 6. Di software ini, sudah disediakan template berbentuk bola 3D yang bisa dibentuk sesuka hati kita. Nah, kami melaksanakan tahap modelling dengan melihat gambar tengkorak Homo Wajakensis dan menggunakan deskripsi fisiknya yang sudah dijelaskan di post sebelumnya.

Menggunakan software Sculptris

Template bola di software Sculptris


Setelah selesai modelling, klik save dan model 3D itu akan automatis tersimpan dengan format pdf yang bisa di print, yang akhirnya akan disambungkan secara berurutan.

Contoh printing format


Setelah puas melihat printing format dari model 3D kita, lalu bisa di print dan hasilnya akan menjadi seperti ini:

Hasil print dari printing format


Setelah selesai diprint, saatnya menggunting kertas print-an dengan cutter atau gunting. Yang teliti ya, teman-teman!

Memotong kertas print-an dengan cutter


Nah selesai menggunting kertasnya, kita tempelkan guntingan kertas tersebut ke atas styrofoamnya dengan menggunakan lem fox.

Kertas guntingan yang sudah ditempel di atas styrofoam (yang sudah dibentuk)


Nah selesai menempelkan guntingannya, potong styrofoamnya dengan alat pemotong styrofoam (bisa elektrik bisa tidak), sesuai dengan bentuk yang telah ada di styrofoam.

Menggunting dengan alat pemotong non-elektrik


Nah, ulangi dari menggunting kertas print-an sampai langkah sebelumnya. Setelah selesai dan semua bagian yang sudah dinomori sudah tergunting dan tertempel di styrofoam, sambungkan bagian-bagian styrofoam dan ditumpuk lalu dilem, mulai dari yang paling besar sampai yang paling kecil.

Urutan penempelan




Langkah selanjutnya dan terakhir adalah texturing. Cara texturing adalah melapisi replika yang sudah terbuat dari styrofoam ini dengan tissue atau kertas koran agar bentuk dan teksturnya lebih maksimal. Kami melapisi tengkorak ini dengan plastisin lagi supaya hasilnya lebih maksimal.

Tengkorak yang sudah dilapisi plastisin


menempelkan tissue ke plastisin




Nah, itu dia langkah-langkah membuat replika tengkorak Homo Wajakensis. Kami harap teman-teman dapat mencobanya dirumah, karena kegiatan ini asyik sekali loh! Sampai berjumpa di postingan selanjutnya!:)

-Bella, Bobby, Krisna & Salwa-

Monday, 19 November 2012

Apa itu Homo Wajakensis?

Teman-teman, tahukah kalian apa itu Homo Wajakensis? Homo Wajakensis adalah salah satu jenis fosil manusia purba dari genus homo yang berasal dari masa Plestosin (Diluvium) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kenal lebih dekat yuk, si Homo Wajakensis ini!




Nah, ini dia si Homo Wajakensis! Wah, perawakannya masih mirip sekali dengan kera ya! Ini dia profil Homo Wajakensis:



Arti Nama
Manusia Wajak
Konon, dinamakan begini karena ditemukan di daerah Wajak.

Tanggal dan Tahun Penemuan, serta Penemunya
Wajak, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur
Tahun 1889
Oleh Van Riestchoten, yang kemudian diteliti oleh Eugene Dubois.

Perkiraan Tahun & Masa Hidup
Sekitar 40.000 - 25.000 tahun yang lalu
Hidup di masa Plestosin (Diluvium)

Ciri Ciri Fisik
Muka datar dan lebar
Hidung lebar dan bagian mulut menonjol (maju)
Dahinya agak miring dan diatas mata terdapat busur dahi yang nyata
Pipinya menonjol ke samping
Kapasitas otak mencapai 1300 cc
Berat badan dari 30 - 150 kg
Tinggi badan 130 - 210 cm
Jarak antara hidung dan mulut masih jauh
Perawakannya masih seperti kera
Sudah berdiri tegak



Selain ciri-ciri tadi, ternyata dibandingkan kakak-kakaknya (manusia-manusia purba pendahulunya, hehehe..), Homo Wajakensis telah menunjukkan progres yang sangat signifikan! Salah satunya adalah Homo Wajakensis sudah mampu memasak makanannya, walaupun masih sederhana.

Nah teman-teman, itulah tadi profil tentang salah satu manusia purba di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis..
Oh iya, kami akan mencoba membuat replika tengkorak Homo Wajakensis di post berikutnya, jadi stay tuned ya! Kami harap informasi ini dapat membantu membuka wawasan lebih luas tentang Homo Wajakensis bagi teman-teman.. :)


- Salwa, Bella, Krisna & Bobby -